baru aku alami.. berbicara suatu masalah denganmu dengan tenang.. tanpa emosi.. tanpa prasangka.. tanpa selalu menghakimi satu sama lain..

kita ngobrol santai sekali.. aku berbicara tentang dia.. begitu juga kamu.. kamu berbicara tentang perempuan itu.. begitu santai.. begitu tenang.. aku pun begitu menyimak mendengarkan..

mungkin komunikasi seperti ini yang jarang kita punya..

masing2 mulai menyadari.. masing2 mulai bisa menerima keadaan.. mulai terbiasa..

ini menurutku suatu langkah yang baik.. apapun keputusannya.. masing2 harus bisa menerima dengan bijak.. klo dimulai lagi ya mulai dengan baik.. kalau diakhiri pun.. masing2 akan tetap menjaga hubungan yang sudah terjalin baik2..

it’s a good start for many purposes..

aku sengaja mengumpulkan memori2 kita terdahulu.. tapi ternyata itu tidak membantuku.. malah hanya semakin menyiksaku..

tapi dengan keadaan yang sudah tidak punya rasa kasihan ini.. aku bisa menjalani kehidupan dengan kamu tanpa rasa apa2..

how could I be so heartless?

karena kondisi kekecewaanku yang tidak pernah hilang.. dan selalu tidak pernah memiliki kesempatan untuk bahagia..

tidak..

dari awal memang aku selalu didalam kondisi yang tidak mempunyai pilihan.. apapun yang aku lakukan pasti atas dasar pertimbangan dari tekanan suatu pihak..

even pihak2 itu selalu menganggap bahwa: itu bukanlah suatu paksaan sepihak.. tapi tetap saja.. aku selalu menganggap itu selalu memberatkan aku..

kalau aku masih mempunyai pilihan.. maka aku bisa bertindak lebih leluasa.. bisa lebih bebas.. tapi? tetap saja tertahan didalam kondisi yang persis sama..

kondisi dimana permintaanku selalu mentah.. tidak terlaksana.. terlaksana pun pasti dengan keterpaksaan & tekanan..

tapi dengan perasaan & hati yang telah membatu ini bisa meringankan segalanya.. tidak perlu terbebani oleh perasaan2 bersalah atau pun rasa sakit hati..

kenapa aku gak dari awal begini ya? lebih baik tidak punya hati.. supaya tidak bisa lagi merasakan kecewa & sedih..

gak ada yang salah denganmu..

yang salah itu aku.. salah sudah memberi perhatian.. salah telah memberikan harapan.. salah sudah menyakiti lebih jauh.. salah sudah membuat sa-sia menunggu..

terima kasih untuk semuanya.. meski kecewa.. tapi tetap bisa menerima dengan bijak..

aku disini juga menyimpan kekecewaan yang sama.. kecewa ternyata nasib tidak berpihak pada kita.. kecewa ternyata dari mu tidak ada tindakan apa2.. kecewa karena ternyata kamu sudah tidak ada lagi mengirim kabar berita..

selama ini aku hanya bisa mengawasi mu dari jauh.. sampai pada suatu titik.. aku menyerah..

aku sudah tidak bisa melakukan apa2 lagi.. yang ada hanya kekecewaan..

awalnya aku tidak ingin perasaan ini mati.. karena aku punya pengharapan & mimpi dengan mu..

tapi ternyata kondisi ini malah menyiksaku.. dan kebahagiaan yang aku tunggu2 itu tidak kunjung datang juga..

sekarang,, hati ku sudah mati.. sudah tidak berperasaan lagi.. ternyata aku tidak sekuat itu.. sudah tidak memiliki harapan apa2 lagi..

aku lihat kabar terakhir.. steady.. hmm.. itu berarti kamu sudah lebih kuat sekarang.. itu aku lihat beberapa hari lalu.. aku anggap,, kau sudah bisa berjalan lagi tanpa aku..

sedangkan aku? ternyata tidak bisa berjalan tanpa kamu.. akhirnya dengan kekecewaan yang berlarut.. aku menyerah..

dan akhirnya perasaanku hilang.. hatiku membatu.. bukan lagi perempuan yang kamu kenal..

kekecewaan yang aku tanggung selama ini.. nampaknya tidak teratasi lagi.. selama ini kebahagiaan tidak pernah berpihak padaku.. kenyataannya selalu kebahagiaan itu semu.. hanya dirasakan oleh pihak tertentu saja..

lalu aku? aku hanya bisa meredam semuanya.. meredam agar tidak emosi.. meredam agar aku bisa merasa aman.. meredam agar semua kembali normal.. tapi yang terlihat dari luar: aku sangat bahagia..

kenyataannya? semakin lama aku pendam semakin lama aku tersiksa.. semakin berat pula untuk melanjutkan semuanya.. semua terasa berat sebelah..

aku selalu merasa bertepuk sebelah tangan.. selama ini aku yang selalu merasa bahwa aku lebih cinta.. lebih takut kehilangan.. lebih bisa memendam semuanya.. dan aku tidak punya pegangan saat tau bahwa dia harus pergi.. oleh karena itu selama 7 tahun ini aku lebih banyak diam.. karena aku takut kehilangan…

tapi lama kelamaan.. tertekan dalam kondisi ini.. aku bangkit muli melihat sekeliling.. mulai mencari kehidupan lain yang lebih nyaman.. lebih aman..

apakah mudah? tidak.. butuh waktu 7 tahun untuk mendapatkan kenyamanan lain.. dalam kurun waktu itu.. aku tidak pernah bercerita yang sebenarnya kepada teman2 dekatku.. kenapa? karena aku tidak mau image dia jelek dimata teman2ku..

aku tetap bertahan.. tapi ternyata aku tidak sekuat itu.. runtuh semuanya setelah 7 tahun aku pendam.. tapi tetap.. aku tidak menemukan jalan keluar dari masalahku.. tetap tidak bisa bebas dari belenggunya.. stuck? iya,, benar.. aku tertahan disini.. tanpa bisa mengutarakan apa yang sebenarnya aku mau..

semakin lama kecewa.. bukannya membuat hatiku lega saat mengungkap semuanya.. tapi hatiku terlanjur membatu.. semua nasehat sahabat.. semua masukan.. rasanya tidak membekas.. hanya seperti semilir angin yang pergi begitu saja..

aku terlanjur kecewa.. terlanjur dingin.. terlanjur mati.. terlanjur tak berhati..

mungkin ini emang masalah setiap wanita yang moodnya cenderung cepat berubah [seperti gw] yang kadang ingin ini-itu tanpa alasan yang jelas..

yang terjadi hari ini,, agaknya gw sedang bosan dengan pekerjaan gw.. which is continuing translation for UNDP Final Report..

Dizzy and Crazy.. yeah!! that’s the points!!

but thanx GOD giving me patient.. :D …giving me something to keep my smile.. the only thing that i’ve had to do is just to keep my good mood for working.. [but,, can't lie.. somethime i need bumper to exploding my badmood]

wishing it will end soon… amiiiin!!!!!!!!!!!!!!

pertama kali kita nonton film berdua.. hmmm.. [ini kita lakukan diam2]

sebenarnya agak bodoh juga,, cirebon itu kota kecil dimana hanya ada 1 mall.. dan semua orang pasti datang kesana..

faktanya,, kita memang ketahuan kan??

[hihi,, funny story to remember]

sedikit sinopsis: Dr. Joe Darrow (Kevin Costner) becomes obsessed with the idea that his late wife (Susanna Thompson) is trying to contact him through the near-death experiences of his patients. (dikutip dari: http://movies.about.com/od/dragonfly/Dragonfly_2002.htm)

dragonfly

aku suka bunga ini..

karena kau yang memberikannya kepadaku.. aku ingin lilly putih itu tetap menemaniku.. tapi aku hanya bisa berharap..

berharap bahwa perasaanku tidak serapuh lily putih itu.. tidak mudah layu seperti lily putih itu..

masih ingatkah?

saat itu aku bimbang sekali.. benar2 mengharapkamu..

tapi di satu sisi,, aku tidak bisa menyakiti orang lain..

namun,, pada akhirnya aku membuat suatu keputusan yang besar…

keputusan besar yang memiliki dampak besar…

bersamaan denganĀ  itu,, teman-teman dekatku mulai menjauh.. meninggalkan aku sendiri..

tapi saat itu,, yang ada di kepalaku hanya agar dapat bersamamu…

Who knows how long I’ve loved you

You know I love you still

Will I wait a lonely life time

If you want me to I will

For if I ever saw you

I didn’t catch your name

But it never really mattered

I will always feel the same

Love you forever and forever

Love you with all my heart

Love you whenever we’re together

Love you when we’re apart

And when at last I find you

Your song will fill the air

Sing it loud so I can hear you

Make it easy to be near you

For the things you do endear you to me

And you know I will I will

Next Page »